Berita Terbaru
Loading...

Terbaru

15 April 2019
no image

Benchmarking Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Kota BItung 2019

Peserta Pendidikan dan Pelatihan Tingkat IV Kota Bitung sejak tanggal 8 April sampai dengan 13 April 2019 melaksanakan benchmarking ke Kota Bandung. Kegiatan ini merupakan implementasi kurikulum dalam diklat PIM IV dalam tahap ketiga, melalui kegiatan ini diharapkan peserta dapat menemukan hal-hal yang dapat memperkaya proyek perubahan yang dibuat, sekaligus merupakan ajang membandingkan kondisi tempat benchmarking dengan daerah asal, sehingga ide/terobosan untuk membangun daerah dapat diperkaya.
Dari hasil benchmarking, suatu organisasi dapat memperoleh gambaran dalam (insight) mengenai kondisi kinerja organisasi sehingga dapat mengadopsi best practice dari unit/bagian/organisasi lain untuk meraih sasaran yang diinginkan oleh masing-masing peserta. Salah satu kegiatan dalam Diklat Kepemimpinan Tingkat IV adalah Benchmarking ke Best Practice. Kegiatan ini membekali peserta dengan kemampuan mengadopsi dan mengadaptasi keunggulan organisasi yang memiliki best practice dalam pengelolaan kegiatan.
Rombongan peserta diklat Kepemimpinan Tingkat IV ini diterima oleh jajaran pemerintah Kota Bandung, untuk kemudian mengadakan penelusuran informasi dengan beberapa lokus yang telah ditentukan. Setelah selesai mendapatkan data maupun informasi dari lokus, peserta kemudian menyusun laporan benchmarking per kelompok untuk kemudian didiskusikan bersama.
Peserta diklat yang mengikuti kegiatan ini mengatakan merasakan manfaat yang besar selama hampir satu minggu mengadakan pembelajaran di Kota Bandung melalui mata diklat Benchmarking.
14 April 2019
no image

Pembimbingan II (Rancangan Proyek Perubahan) oleh Coach pada Diklat Kepemimpinan Tingkat III Kabupaten Minahasa Utara


Pendidikan dan pelatihan Kepemimpinan Tingkat III Kabupaten Minahasa Utara memasuki pembimbingan II oleh coach kepada peserta diklat. Pembimbingan ini dimaksudkan bersama-sama peserta diklat mempersiapkan rancangan proyek perubahan yang telah disusun peserta diklat/Project Leader untuk diseminarkan dalam seminar rancangan proyek perubahan. Selama 3 tahap pembelajaran peserta diklat dibekali untuk dapat menentukan area perubahan dan menyusun rancangan proyek perubahan yang akan diimplementasikan di unit kerjanya. Area perubahan yang telah disetujui atasan langsung/mentor kemudian dijabarkan menjadi sebuah rancangan proyek perubahan.
Kegiatan Pembimbingan ini dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 12 April 2019.
Coach yang membimbing dalam diklat PIM III Kabupaten Minahasa Utara, masing-masing:
1.     Ir. Djuhardi Joroh, M.Si
2.     Ir. Yulius, M.Si
3.     Dr. Ir. Ferdinatus Taruh, M.Si
4.     Tatang Adiwidjaja, SE., M.Si
Dalam kesempatan ini coach memberikan arahan, koreksi dan saran untuk rancangan yang telah dibuat project leader dan bersama-sama menemukan solusi jika masih ada hal yang belum terselesaikan oleh peserta.

10 April 2019
Rapat persiapan Re-Akreditasi BPSDMD Prov. Sulawesi Utara

Rapat persiapan Re-Akreditasi BPSDMD Prov. Sulawesi Utara

Suasana Rapat Re-Akreditasi
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Sulawesi Utara bersiap untuk melaksanakan re-akreditasi program diklat Kepemimpinan Tingkat IV dan Pelatihan Dasar PNS. Sehubungan dengan itu pada hari Selasa, 9 April 2019 dilakukan rapat persiapan dengan panitia yang telah dibentuk melalui Surat Keputusan Kepala BPSDMD Prov. Sulut. Rapat ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan pemahaman prosedur serta penilaian akreditasi. Melalui SK Kepala BPSDMD Prov. Sulut, Panitia re-Akreditasi ini diketuai oleh Dr. Paulus Tamaka, M.Si yang sehari-harinya juga adalah Sekretaris BPSDMD Prov. Sulut.
Kepala BPSDMD, Ir Jefry Senduk dan Ketua Panitia Dr. Paulus Tamaka, M.Si mengharapkan sinergi dari seluruh panitia dan stakeholder BPSDMD untuk mensukseskan re-Akreditasi, dengan waktu yang semakin dekat diharapkan hal-hal yang terkait dokumen akreditasi dapat mulai ditata untuk dapat digunakan dan dipertanggungjawabkan sebagai portofolio kediklatan yang akan dinilai dalam re-akreditasi.
08 April 2019
no image

Benchmarking Diklat Kepemimpinan Tingkat III Kabupaten Minahasa Utara

Rombongan Pendidikan dan Pelatihan Tingkat III Kabupaten Minahasa Utara pada tanggal 1 April sampai dengan 6 April 2019 melaksanakan benchmarking ke Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Kegiatan ini merupakan implementasi kurikulum dalam diklat PIM III dalam tahap ketiga, melalui kegiatan ini diharapkan peserta dapat menemukan hal-hal yang dapat memperkaya proyek perubahan yang dibuat, sekaligus merupakan ajang membandingkan kondisi tempat benchmarking dengan daerah asal, sehingga ide/terobosan untuk membangun daerah dapat diperkaya.
Dari hasil benchmarking, suatu organisasi dapat memperoleh gambaran dalam (insight) mengenai kondisi kinerja organisasi sehingga dapat mengadopsi best practice dari unit/bagian/organisasi lain untuk meraih sasaran yang diinginkan oleh masing-masing peserta. Salah satu kegiatan dalam Diklat Kepemimpinan Tingkat III adalah Benchmarking ke Best Practice. Kegiatan ini membekali peserta dengan kemampuan mengadopsi dan mengadaptasi keunggulan organisasi yang memiliki best practice dalam pengelolaan kegiatan.
Rombongan peserta diklat Kepemimpinan Tingkat IV ini diterima oleh jajaran pemerintah Kabupaten Badung, untuk kemudian mengadakan penelusuran informasi dengan beberapa lokus yang telah ditentukan. Setelah selesai mendapatkan data maupun informasi dari lokus, peserta kemudian menyusun laporan benchmarking per kelompok untuk kemudian didiskusikan bersama.
Kepala BPSDMD Provinsi Sulut, Ir. Jeffry Senduk turut hadir dalam kegiatan Bencmarking ini yang didampingi oleh Drs. Alyosius Sambur, MAP, selaku Kepala Bidang Pengembangan Teknis Inti BPSDMD Provinsi Sulut.
04 April 2019
no image

Pembimbingan I oleh Coach pada Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Kabupaten Minahasa Selatan


Pendidikan dan pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV Kabupaten Minahasa Selatan memasuki pembimbingan I oleh coach kepada peserta diklat sebelum masuk off campus. Seperti diketahui diklat kepemimpinan pola baru terdiri dari masa on campus dan off campus yang meliputi lima tahap. Kelima tahapan tersebut adalah:
·     Tahap I: Diagnosa Kebutuhan Perubahan Organisasi. Pada tahap ini peserta on campuss dengan penekanan pembelajaran pada Self Mastery serta mulai melakukan diagnosa kebutuhan perubahan unit kerjanya.
·   Tahap II: Breakthrouh I (Taking Ownership). Pada tahap kedua ini, peserta off campuss yaitu kembali ke tempat kerjanya untuk memperdalam kebutuhan perubahan dan melakukan komunikasi dengan stakeholder. Pada tahap ini, peserta harus sudah dapat menentukan topik perubahan.
·     Tahap III: Merancang Perubahan dan Membangun Tim. Pada tahap ketiga ini, peserta kembali on campuss. Pada tahap ini pembelajaran menekankan pada penyusunan rancangan proyek perubahan yang akan dilakukan.
·    Tahap IV: Breakthrouh II (Leadership Labolatory). Pada tahap keempat ini, peserta kembali off campuss. Peserta mengimplementasikan proyek perubahan di tempat kerjanya. Keberhasilan peserta dalam diklat lebih banyak ditentukan pada tahap ini. Peserta harus mampu menyelesaikan proyek perubahan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan pada proposal proyek perubahan.
·     Tahap V: Evaluasi. Tahap kelima, peserta on campus. Pada tahap ini, peserta mempresentasikan hasil yang telah dicapai selama implementasi proyek perubahan yang telah dilakukan pada Tahap IV. Peserta yang berhasil lulus adalah yang mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam proposal proyek perubahannya.
Kegiatan Pembimbingan yang dilaksanakan ini merupakan akhir di Tahap I sebelum masuk Tahap II. dilaksanakan pada hari Kamis, 4 April 2019, dengan maksud mengkomunikasikan area perubahan peserta dengan coach masing-masing. Coach yang membimbing dalam diklat PIM IV Kabupaten Minahasa Selatan, masing-masing:
1.     Rheinhard Parengkuan, SH., MH
2.     Feidy Kalalo, SE., MM
3.     Derio Inkiriwang, SH., MH
4.     Nansi Mokoagow, SE., M.Sc
Coach dan peserta berdiskusi tentang area perubahan yang akan diserahkan ke mentor untuk dipilih dan disepakati. Coach memberikan feedback terhadap area perubahan yang telah didiagnosa dan memberi penguatan tentang area perubahan yang dianggap sudah sesuai dengan kebutuhan organisasi.