Berita Terbaru
Loading...

Terbaru

02 November 2016
Peserta Diklat PIM 4 Pemprov Berbagi Kasih di Panti Kasih Sayang

Peserta Diklat PIM 4 Pemprov Berbagi Kasih di Panti Kasih Sayang


Peserta Diklat PIM 4 Pemprov Sulut Angkatan I Tahun 2016 berbagi kasih bersama Panti Asuhan Kasih Sayang Remboken



Di akhir tahapan pelaksanaan seluruh kegiatan Diklat PIM 4 Pemprov Sulut Angkatan 2016 maka diadakan kegiatan berbagi kasih ke Panti Asuhan kasih sayang Remboken dengan menyerahkan bantuan diakonia berupa bahan pokok dan peralatan mandi senin (01/11/2016).

Kepala Badan Diklat Provinsi Sulut DR. Noudy Tendean, SIP, M.Si didampingi Kabid Diklat Kepemimpinan Drs. Jahja Rondonuwu, M.Si sangat mengapresiasi kegiatan ini, dikatakan bahwa kegiatan ini sangatlah positif dan haruslah dicontohi oleh angkatan-angkatan yang berikutnya sebagai salah satu bentuk kepedulian para pemimpin perubahan. Kegiatan ini sudah diprogramkan saat pembukaan diklat dengan kesepakatan seluruh peserta diklat, karena ini salah satu bentuk kepedulian kita untuk berbagi kasih kepada sesama yang membutuhkan, kata Ketua Angkatan Melky Matindas yang di dampingi oleh Sekretaris angkatan Billy Wowiling dan Bendahara angkatan Maya Sekoh serta Kasubag fasilitasi massa media dan dokumentasi Biro Pemerintahan dan Humas Provinsi Sulut Ivan Besouw, SE, M.Si yang meliput kegiatan ini
31 Oktober 2016
Diklat PIM IV Tuntas, Walikota Manado monitor & Evaluasi Proyek Perubahan 40 ASN Pemkot

Diklat PIM IV Tuntas, Walikota Manado monitor & Evaluasi Proyek Perubahan 40 ASN Pemkot



Manado - 40 ASN Pemkot Manado kini bisa lega. Setelah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepemimpinan Tingkat IV Pola Kemitraan Pemerintah Kota Manado dan Badan Diklat Provinsi Sulawesi Utara selama 3 bulan akhirnya Senin (31/10/2016) resmi ditutup Walikota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL).
Acara penutupan berlangsung di Ruang Serbaguna Kantor Walikota Manado disaksikan Kepala Badan Diklat Provinsi Sulawesi Utara DR. Noudy Tendean, SIP, M.Si, Kepala BKD Kota Manado Drs. Hans Musa Tinangon, MSc dan sejumlah mentor Kepala SKPD masing-masing peserta Diklat PIM IV.

Walikota GSVL berharap proyek perubahan digagas para peserta Diklat PIM IV tidak sebatas tulisan tapi harus bias diimplementasikan dalam tugas pokok dan fungsi sebagai ASN
Untuk membuktikan apakah proyek perubahan berjalan sesuai yang diharapkan, pihaknya akan melakukan monitor dan evaluasi.

“Saudara-saudara boleh berbangga dengan apa yang saudara tuangkan dan presentasikan dalam proyek perubahan, tetapi proyek perubahan itu tidak hanya sebatas tulisan saat dinilai penguji tetapi sesudah itu apa yang saudara lakukan akan dimonitor dan dievaluasi,”tukas GSVL

Sikap dan perilaku ASN akan dihormati jika mampu menunjukkan kinerja dalam lingkungan kerjanya. “Akan lebih dihormati lagi jika menunjukkan kinerja atau hasil dari sesuatu yang dilandasi oleh perubahan,” tandas GSVL.

Dia berharap mampu berkompetisi dengan ASN dari Kabupaten/Kota lainnya di Sulawesi Utara.
“Jangan kalah dengan ASN dari kabupaten/kota yang lain, semua punya peluang untuk mengembangkan ide-ide bagus dan cerdas. Saya akan monitor dan secara regular melakukan evaluasi. Jadilah pembawa perubahan dimanapun saudara pergi.” Ujar GSVL.

Kepala Badan Diklat Sulut, Noudy Tendean mengatakan hadirnya 40 peserta Diklat PIM IV di Pemkot Manado akan membawa 40 proyek perubahan di instansi masing-masing.
“Para peserta akan menjadi pemimpin perubahan, ada 40 proyek perubahan atau 40 karya inovatif dan kreatif akan menentukan pula kualitas proyek perubahan,”sambil mengatakan penilaian terhadap peserta Diklat meliputi laporan hasil seminar dalam bentuk pameran serta sikap dan perilaku selama diklat.
01 Oktober 2016
Wagub Irup Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Wagub Irup Peringatan Hari Kesaktian Pancasila




Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wagub Drs Steven Kandouw, Sabtu (01/10) pagi kemarin, menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila dihalaman kantor Gubernur Sulut. Buntut dari kejadian yang dikenal dengan pecahnya pemberontakan G-30S PKI pada Tahun 1965 lalu. Sementara Wagub Sulut Drs Steven Kandouw bertindak selaku Inspektur Upacara, sekaligus telah membacakan Teks Pancasila yang diikuti seluruh peserta Upacara.

Upacara tersebut, ikut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Sulut Andrey Angow, unsur Forkopimda serta para pejabat Eselon II, III dan IV lingkup Pemprov Sulut ini,  bertindak selaku Pemimpin Upacara Sekretaris Badan Diklat Provinsi Sulut Frangky Tintingon SSTP MSi, serta Perwira Upacara Kaban Diklat Prmprov Sulut DR Noudy RP Tendean.

Dalam upacara tersebut Ketua DPRD Sulut Andrey Angow telah membacakan Naskah Ikrar dan pembacaan Teks UUD 1945 oleh Jornal Humena Kasubag Umum Bandiklat Provinsi Sulut.

Usai upacara kepada wartawan Wagub mengajak mari kita kerja nyata untuk kemajuan daerah dan bangsa sebagai wujud dari pengamalan Pancasila, katanya.


16 Agustus 2016
Bupati Bolmut Buka Diklat Pim IV

Bupati Bolmut Buka Diklat Pim IV



BOLMUT– Guna meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Drs Hi Depri Pontoh, Senin (15/08/2016), secara resmi membuka pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklat Pim) Tingkat IV, bertempat di Hotel Tri Putra Boroko. Kegiatan ini merupakan pola kemitraan Pemerintah Kabupaten Bolmut dengan Badan Diklat Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2016.

Kepala Badan Diklat Provinsi Sulut, DR Noudy R. P. Tendean SIP M.Si, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Bolmut atas respon yang positif dalam melaksanakan Diklat pim IV ini sebagai bentuk upaya pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara.

“Pejabat eselon IV merupakan ujung tombak dalam kinerja Pemerintahan. Untuk itu, dituntut harus memiliki kompetensi operasional perencanaan program kegiatan di instansi serta mempunyai pengaruh dan kemampuan memobilisasi seluruh stakeholder dalam melaksanakan program kegiatan instansi atau satuan kerja itu sendiri,” kata Noldy Tendean.

Bupati Bolmut, Drs Hi Depri Pontoh, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan Diklat ini, khususnya kepada Badan Diklat Provinsi Sulawesi Utara. “Diklat Pim IV ini bertujuan membentuk kompetensi kepemimpinan operasional dan membentuk pemimpin perubahan pada pejabat struktural eselon IV yang akan berperan melaksanakan tugas dan fungsi Pemerintahan di satuan kerja Pemerintah Kabupaten Bolmut,” ucap Depri, melalui sambutannya.

Dikatakan Depri, untuk menjawab tuntutan masyarakat terhadap pelayanan prima, dibutuhkan managemen pemerintahan yang efektif, pengelolaan yang amanah dan kemitraan harmonis antara Pemerintah, swasta dan masyarakat.

“Ada hal yang utama adalah mewujudkan dan menyiapkan sumber daya aparatur yang mampu menciptakan pemeritahan yang baik dalam menyongsong persaingan global serta pelaksanaan otonomi daerah,” katanya.

Terkait hal tersebut, Bupati mengajak seluruh aparatur untuk selalu berupaya menjadi pemimpin yang memiliki kompetensi efektif, efisien dan mampu membawa perubahan yang lebih baik agar tercapai kualitas kepemimpinan maksimal dalam berinovasi untuk pengembangan kinerja.

Diklat Pim IV Tahun 2016 ini akan dilaksanakan selama 97 hari kerja dengan 32 hari kegiatan pembelajaran Klasikal dan 65 hari kegiatan non klasikal yang diikuti oleh 40 orang aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolmut yang terdiri dari 17 laki-laki dan 23 perempuan.

Turut hadir dalam acara pembukaan Wakil Ketua DPRD Bolmut Arman Lumoto SAg MPdI, Unsur Forkopimda, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, Kepala BKDD Bolmut Maskun Antogia SSos, Pimpinan SKPD, Widyaiswara, Panitia dan Instruktur.
03 Agustus 2016
Pejabat Minahasa Tenggara ikuti Diklat PIM III

Pejabat Minahasa Tenggara ikuti Diklat PIM III



Sebanyak 30 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) mulai Selasa (2/8/2016) mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklat PIM) III di Bapelkes Manado.

“Diklat dimuai saat dibuka, diikuti 30 pejabat eselon tiga,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKDD) Mitra Berti Sandag SE.

Diklat tersebut lanjutnya, merupakan merupakan bagian dari pengembangan karir dari para pejabat. “Ini juga merupakan keharusan bagi pejabat eselon tiga. Jika tidak ikut Diklat lalu menjabat, akan menjadi temuan dari BPK,” katanya.

Sandag mengharapkan agar para pejabat yang mengikuti Diklat tersebut bisa mengikut jadwal yang sudah ditentukan oleh penyelenggara.

“Lamanya Diklat lanjutnya, tiga bulan. Satu bulan di Bapelkes kemudian dua bulan di kantor,” jelasnya