Berita Terbaru
Loading...

Terbaru

11 November 2016
Re-Akreditasi Badan Diklat

Re-Akreditasi Badan Diklat

Dalam rangka Re-Akreditasi Badan Diklat Provinsi Sulawesi Utara, dalam beberapa waktu terakhir ini Badan Diklat berbenah dengan serius untuk menyambut Re-Akreditasi ini. Perbaikan sarana prasarana dan pelaksanaan diklat diiringi dengan evaluasi dokumen-dokumen kediklatan terus dilakukan. Tanpa mengenal lelah dan waktu segenap komponen Badan Diklat bersiap menyambut Re-Akreditas. Seperti diketahui Badan Diklat Sulawesi Utara sebenarnya  telah terakreditasi tapi sesuai aturan dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) selaku instansi pembina kediklatan secara nasional mengharuskan Akreditasi dilakukan secara periodik oleh semua lembaga kediklatan untuk menjamin kualitas pelaksanaan diklat yang dilakukan oleh Badan Diklat Sulawesi Utara.
Keseriusan ASN Badan Diklat terpantau lewat kerja yang dilakukan sampai subuh, namun suasana ceria dapat ditemui walaupun mungkin waktu, tenaga telah banyak terkuras. Menurut Tim Akreditasi yang ditemui bahwa mereka menyambut Re-Akreditasi dengan sangat gembira. Diharapkan Re-Akreditasi Badan Diklat dapat memberikan hasil yang terbaik karena berbagai pembenahan telah nampak di Badan Diklat Provinsi Sulawesi Utara.
08 November 2016
Apakah Widyaiswara Itu?

Apakah Widyaiswara Itu?



Manado – Kebanyakan orang tidak memahami tentang apakah widyaiswara itu.
Kalau definisi yang sering dimuat dari berbagai peraturan yang dikeluarkan Lembaga Administrasi Negara (LAN) tentang Widyaiswara adalah Pegawai Negeri Sipil yang diangkat sebagai pejabat fungsional oleh pejabat yang berwenang dengan tugas, tanggungjawab, wewenang untuk mendidik, mengajar dan/atau melatih Pegawai Negeri Sipil pada Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pemerintah.

Sebenarnya profesi widyaiswara merupakan profesi yang mulia dan menjadi ujung tombak pembinaan SDM aparat pemerintah. Bahkan ada yang mengungkapkan  bahwa widyaiswara secara harfiah artinya adalah pembawa kebenaran (atau suara yang baik, dari kata widya=baik, dan iswara=suara), sehingga diharapkan para widyaiswara dapat menjadi suara kebenaran bagi para PNS, mengajarkan nilai-nilai luhur yang harus dimiliki seorang PNS agar menjadi PNS yang profesional, jujur, berakhalak mulia dan mau melayani masyarakat tanpa pamrih seperti yang ditulis A.A. Rai Kartini, S.Sos.M.Si.

Jabatan fungsional Widyaiswara yaitu :
1. Melakukan analisis kebutuhan diklat;
2. Menyusun kurikulum diklat;
3. Menyusun bahan ajar;
4. Menyusun GBPP/SAP/Transparansi;
5. Menyusun modul diklat;
6. Menyusun tes hasil belajar;
7. Melakukan tatap muka di depan kelas diklat;
8. Memberikan tutorial dalam Diklat Jarak Jauh;
9. Mengelola program diklat sebagai penanggungjawab dalam program Diklat;
10. Mengelola program diklat sebagai anggota dalam program Diklat;
11. Membimbing peserta diklat dalam penulisan kertas kerja;
12. Membimbing peserta diklat dalam praktik kerja lapangan;
13. Menjadi fasilitator/moderator/narasumber dalam seminar/lokakarya/diskusi atau yang sejenis;
14. Memberikan konsultansi penyelenggaraan diklat;
15. Melakukan evaluasi program diklat;
16. Mengawasi pelaksanaan ujian;
17. Memeriksa jawaban ujian;
18. Melaksanakan kegiatan pengembangan profesi, dan penunjang tugas Widyaiswara

Seorang Widyaiswara dapat menguasai rincian tugas tersebut di atas apabila telah mengikuti Diklat Fungsional Kewidyaiswaraan Berjenjang meliputi Diklat Kewidyaiswaraan Berjenjang Tingkat Pertama, Muda, Madya dan Utama.
Diklat Teknis Kewidyaiswaraan meliputi Diklat Teknis Pengelola Diklat (Management of Training/MOT), Diklat Teknis Analisis Kebutuhan Diklat (Training Needs Analysis/TNA), Diklat bagi Penyelenggara Diklat (Traning Officer Course/TOC) dan Diklat Teknis Kewidyaiswaraan lainnya sesuai kebutuhan pengembangan kompetensi Widyaiswara.

Berikut Widyaiswara Badan Diklat Provinsi Sulut:
1. Agus Kandou, SE
2. Ir. Djuhardi Joroh, M.Si
3. Ir. Yulius, M.Si
4. Toman Hutapea, SH, MH
5. Ir. Jefferson Waha, MAP
6. Drs. Aloysius Sambur, MAP
7. Joachim Elias, S.Pd, MAP
8. Dr. Ir. Ferdinatus Taruh, M.Si
9. Gerald Rawis, MM
10. Tatang Adiwidjaja, SE, M.Si
11. Johnly Tangkilisan, M.Pd
12. Helen Dalip, M.Pd
13. Shinta Papia, ST, M.Si
14. Edmie Gerungan, SH, S.Psi, MH
15. Derio Inkiriwang, MH
16. Rheinhard Parengkuan, MH
17. Recky Pangerapan, SE, MM
18. Feidy Kalalo, MM
19. Nansi Mokoagow, SE, M.Sc
(***/Rizath Polii)


02 November 2016
Peserta Diklat PIM 4 Pemprov Berbagi Kasih di Panti Kasih Sayang

Peserta Diklat PIM 4 Pemprov Berbagi Kasih di Panti Kasih Sayang


Peserta Diklat PIM 4 Pemprov Sulut Angkatan I Tahun 2016 berbagi kasih bersama Panti Asuhan Kasih Sayang Remboken



Di akhir tahapan pelaksanaan seluruh kegiatan Diklat PIM 4 Pemprov Sulut Angkatan 2016 maka diadakan kegiatan berbagi kasih ke Panti Asuhan kasih sayang Remboken dengan menyerahkan bantuan diakonia berupa bahan pokok dan peralatan mandi senin (01/11/2016).

Kepala Badan Diklat Provinsi Sulut DR. Noudy Tendean, SIP, M.Si didampingi Kabid Diklat Kepemimpinan Drs. Jahja Rondonuwu, M.Si sangat mengapresiasi kegiatan ini, dikatakan bahwa kegiatan ini sangatlah positif dan haruslah dicontohi oleh angkatan-angkatan yang berikutnya sebagai salah satu bentuk kepedulian para pemimpin perubahan. Kegiatan ini sudah diprogramkan saat pembukaan diklat dengan kesepakatan seluruh peserta diklat, karena ini salah satu bentuk kepedulian kita untuk berbagi kasih kepada sesama yang membutuhkan, kata Ketua Angkatan Melky Matindas yang di dampingi oleh Sekretaris angkatan Billy Wowiling dan Bendahara angkatan Maya Sekoh serta Kasubag fasilitasi massa media dan dokumentasi Biro Pemerintahan dan Humas Provinsi Sulut Ivan Besouw, SE, M.Si yang meliput kegiatan ini
31 Oktober 2016
Diklat PIM IV Tuntas, Walikota Manado monitor & Evaluasi Proyek Perubahan 40 ASN Pemkot

Diklat PIM IV Tuntas, Walikota Manado monitor & Evaluasi Proyek Perubahan 40 ASN Pemkot



Manado - 40 ASN Pemkot Manado kini bisa lega. Setelah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepemimpinan Tingkat IV Pola Kemitraan Pemerintah Kota Manado dan Badan Diklat Provinsi Sulawesi Utara selama 3 bulan akhirnya Senin (31/10/2016) resmi ditutup Walikota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL).
Acara penutupan berlangsung di Ruang Serbaguna Kantor Walikota Manado disaksikan Kepala Badan Diklat Provinsi Sulawesi Utara DR. Noudy Tendean, SIP, M.Si, Kepala BKD Kota Manado Drs. Hans Musa Tinangon, MSc dan sejumlah mentor Kepala SKPD masing-masing peserta Diklat PIM IV.

Walikota GSVL berharap proyek perubahan digagas para peserta Diklat PIM IV tidak sebatas tulisan tapi harus bias diimplementasikan dalam tugas pokok dan fungsi sebagai ASN
Untuk membuktikan apakah proyek perubahan berjalan sesuai yang diharapkan, pihaknya akan melakukan monitor dan evaluasi.

“Saudara-saudara boleh berbangga dengan apa yang saudara tuangkan dan presentasikan dalam proyek perubahan, tetapi proyek perubahan itu tidak hanya sebatas tulisan saat dinilai penguji tetapi sesudah itu apa yang saudara lakukan akan dimonitor dan dievaluasi,”tukas GSVL

Sikap dan perilaku ASN akan dihormati jika mampu menunjukkan kinerja dalam lingkungan kerjanya. “Akan lebih dihormati lagi jika menunjukkan kinerja atau hasil dari sesuatu yang dilandasi oleh perubahan,” tandas GSVL.

Dia berharap mampu berkompetisi dengan ASN dari Kabupaten/Kota lainnya di Sulawesi Utara.
“Jangan kalah dengan ASN dari kabupaten/kota yang lain, semua punya peluang untuk mengembangkan ide-ide bagus dan cerdas. Saya akan monitor dan secara regular melakukan evaluasi. Jadilah pembawa perubahan dimanapun saudara pergi.” Ujar GSVL.

Kepala Badan Diklat Sulut, Noudy Tendean mengatakan hadirnya 40 peserta Diklat PIM IV di Pemkot Manado akan membawa 40 proyek perubahan di instansi masing-masing.
“Para peserta akan menjadi pemimpin perubahan, ada 40 proyek perubahan atau 40 karya inovatif dan kreatif akan menentukan pula kualitas proyek perubahan,”sambil mengatakan penilaian terhadap peserta Diklat meliputi laporan hasil seminar dalam bentuk pameran serta sikap dan perilaku selama diklat.
01 Oktober 2016
Wagub Irup Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Wagub Irup Peringatan Hari Kesaktian Pancasila




Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wagub Drs Steven Kandouw, Sabtu (01/10) pagi kemarin, menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila dihalaman kantor Gubernur Sulut. Buntut dari kejadian yang dikenal dengan pecahnya pemberontakan G-30S PKI pada Tahun 1965 lalu. Sementara Wagub Sulut Drs Steven Kandouw bertindak selaku Inspektur Upacara, sekaligus telah membacakan Teks Pancasila yang diikuti seluruh peserta Upacara.

Upacara tersebut, ikut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Sulut Andrey Angow, unsur Forkopimda serta para pejabat Eselon II, III dan IV lingkup Pemprov Sulut ini,  bertindak selaku Pemimpin Upacara Sekretaris Badan Diklat Provinsi Sulut Frangky Tintingon SSTP MSi, serta Perwira Upacara Kaban Diklat Prmprov Sulut DR Noudy RP Tendean.

Dalam upacara tersebut Ketua DPRD Sulut Andrey Angow telah membacakan Naskah Ikrar dan pembacaan Teks UUD 1945 oleh Jornal Humena Kasubag Umum Bandiklat Provinsi Sulut.

Usai upacara kepada wartawan Wagub mengajak mari kita kerja nyata untuk kemajuan daerah dan bangsa sebagai wujud dari pengamalan Pancasila, katanya.